Meski Susah, Tapi Tetap Rajin Sedekah

الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِ‌ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ‌ۚ

Allaziina yunfiquuna fissarraaa’i waddarraaa’i wal kaazimiinal ghaiza wal aafiina ‘anin-naas; wallaahu yuhibbul muhsiniin.

“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

Sedekah di masa sulit, kenapa tidak? Kalau sedekah di masa ‘biasa saja’ pahalanya sudah sangat luar biasa, apalagi di masa-masa sulit tetap bersedekah?

Beramal shaleh itu bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Beramal shaleh juga bisa dilakukan dengan cara apa pun dan bagaimana pun. Ada banyak sekali amal shaleh yang dapat kita lakukan, salah satunya dengan sedekah.

Yang membuat manusia berharga di hadapan Allah itu bukan saja karena jumlah hartanya, melainkan dari kualitas amalnya, bagaimana cara ia menghadapi ujian, dan keistiqomahannya bersedekah dalam kondisi apapun.

Dari Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol. Jawab beliau: جَهْدُ الْمُقِلِّ

“Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An Nasai no. 2526. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Hadits di atas ada beberapa tafsiran. Seorang ulama mengatakan maksud dari hadits diatas adalah keutamaan sedekah saat susah. Ada yang mengatakan bahwa sedekah tersebut dilakukan dalam keadaan hati yang senantiasa “ghina” yaitu penuh kecukupan. Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah bersedekah dalam keadaan miskin dan sabar dengan kelaparan. (Lihat ‘Aunul Ma’bud, 4: 227)

Nilai dari sedekah itu bukan hanya nominal saja, tapi juga perihal pengorbanan dan keikhlasannya. Orang susah yang terus bersedekah, adalah orang-orang yang memiliki keluasan jiwa luar biasa. Berikut ini beberapa keutamaan Sedekah dikala sulit diantaranya:

1. Meredam Murka Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda, bahwa sedekah itu dapat meredam murka Allah. Selain itu sedekah juga dapat menghindari seseorang mari buruk. Sesuai dalam hadits dibawah ini.

الصدقة تطفئ غضب الرب وتدفع ميتة السوء

Sesungguhnya sedekah itu memadamkan murka Allah dan menolak mati jelek (su’ul khotimah). (HR. Tirmidzi)

2. Sedekah Dapat Menyembuhkan Orang Sakit

Sedekah itu dapat menyembuhkan orang sakit, baik bagi pelakunya maupun orang-orang sakit yang kita tolong dari sedekah tersebut.

داووا مرضاكم بالصدقة

Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah. (HR. Al-Dailami)

3. Sedekah Menambah Harta

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 261)

Semoga pembahasan kali ini dapat menginspirasi kita semua, bahwa siapapun bisa melakukan sedekah asalkan memikiki niat yang tulus ikhlas karena Allah Ta’ala.

Selamat berikhtiar untuk terus bersedekah dan semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk terus beramal shaleh, salah satunya melalui sedekah.

Berita Lainnya:

Leave a Replay