Pasti kita sering merasa, mengapa sudah menunaikan shalat tepat waktu, amalan Sunnah sudah dikerjakan, ngaji, tadarus Al Qur’an setiap hari bahkan amalan-amalan Sunnah lainnya sudah ditunaikan. Tapi kok terkadang masih saja melakukan maksiat ya?
Padahal “bukannya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Tapi kenapa maksiatnya masih jalan. Sudah bertaubat, lalu maksiat lagi. Sudah taubat, maksiat lagi dan lagi. Terus begitu, dan berulang. Rasanya capek terjebak seperti itu terus.”
Jadi begini jawabannya. Sekarang tenangkan dirimu terlebih dahulu, tarik nafas lalu hembuskan secara perlahan, kemudian baca terus tulisan ini sampai selesai. Insyaa Allah ketemu jawabannya.
Ketika kamu sedang mengerjakan shalat, mengaji dan berdzikir, bayangin bahwa kamu itu seperti orang yang sedang mandi. Begitu pula sebaliknya, ketika kamu bermaksiat kepada Allah SWT berarti kamu seperti sedang mengotori dirimu.
Jadi jika kamu sudah mandi, berpakaian rapi, bersih dan masih baru, disemprot dengan parfum. Lalu kamu disuruh bersih-bersih rumah, ataupun membuang sampah maupun kotoran yang begitu banyak dan bau tak sedap. Kira-kira bagaimana perasaanmu saat diposisi tersebut? Iya, pasti kamu males banget! Badan sudah bersih, kok malah disuruh kotor-kotoran lagi! Bener nggak?
Hal seperti itu juga berlaku saat kamu sudah melakukan semuanya, dalam artian; ‘Mengerjakan shalat, mengaji, berdzikir dan menunaikan amalan-amalan baik lainnya’ pasti akan timbul dalam hatimu perasaan enggan dan tidak mau mendekati perbuatan maksiat. Tapi, selebihnya memang dari kita sendiri si. Mau mengabaikan perasaan enggan tersebut dan kembali bermaksiat. Ataukah mau memupuk perasaan tersebut, hingga kamu benar-benar membenci segala dengan sesuatu yang bernama maksiat.
Sahabat Fillah. Jadi, ketika engkau menanyakan kembali pasal mengenai bagaimana cara untuk menghindari maksiat? Jawabanya, It’s a simple! Semua itu mudah jika kita dekat dengan Allah.
Seperti dalam surat Al Maidah ayat 35 disebutkan, bahwa kita itu disuruh untuk mencari jalan, agar dapat mendekatkan diri kepada Allah. Beberapa jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya itu dengan menunaikan segala kewajiban, mengerjakan kesunnahan dengan sebisa mungkin, dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, agar kamu mendapat.” (QS al-Maidah [5]: 35).
Sayangnya, dekat dengan Allah itu ternyata bukan perkara mudah. Kita harus membuat semangat istiqamah untuk terus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Berikut, Do’a Agar Dekat Dengan Allah
الهم اني عرفتك على مبلغ إمكاني فغفرلي، فإن معرفتي إيك وسيلتي إليك ..
Allahumma inni ‘araftuka ‘ala mablaghi imkani, faghfirli, fa inna ma’rifati iyyaka wasilati ilayka.
Artinya,
” Ya Allah, sesungguhnya aku mengenal-Mu dengan sepenuh kemampuanku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya lewat mengetahui-Mu menjadi jalan bagiku untuk menemui-Mu.”
Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk senantiasa dekat dengan-Nya. Aamiin ya rabbal’alamiin.



